Rumah yang Masih Mengingatmu
Karya: NirauliahAdikku,
Entah kapan terakhir kali kudengar
tangisan dan kemarahanmu
ketika aku menjahilimu.
Dulu, ajakan bermain yang kau ajukan
kuanggap tak seberapa,
tetapi kini terasa begitu berharga
setelah kehilanganmu.
Boneka berwarna merah muda
yang dulu kita mainkan bersama
masih berada di rumah ini.
Kupandang benda kecil itu,
dan yang terlintas hanyalah tawamu
yang tak lagi bisa kudengar.
Jika waktu dapat diputar kembali,
aku ingin mengatakan padamu, adikku,
bahwa aku begitu menyayangimu.
Kini, rumah ini terasa begitu berbeda
tanpa kehadiranmu.
Masih teringat saat melihatmu
terbaring karena sakit.
Andai waktu itu
aku tidak menganggap sepele
setiap ajakan dan permintaanmu.
Mungkin aku akan sering bermain denganmu,
sebelum akhirnya
waktu mengambil kesempatan itu dariku.
Barru, 17 September 2026