Yang Terlambat Kusebut Pulang
Karya: BAYZAKI ALMAHRIAda hari yang pernah singgah
di telapak tanganku—
hangat, sederhana,
namun kulepas begitu saja,
seolah waktu adalah sungai
yang bisa mengalir kembali ke hulu.
Dulu, aku terlalu sibuk mengejar esok,
hingga lupa menatap wajah hari ini.
Ada suara yang memanggil namaku,
namun kujawab dengan diam;
ada tangan yang ingin kugenggam,
namun kubiarkan ia perlahan menjauh.
Kini, jam dinding masih berdetak
seperti tak pernah mengenal kehilangan.
Jarumnya berjalan dengan tenang,
sementara aku tertinggal
di satu detik
yang ingin sekali kuulang.
Betapa aneh manusia—
sering baru memahami arti cahaya
setelah malam menutup jendela.
Sering baru merindukan sebuah rumah
setelah pintunya tak lagi terbuka
untuk mengetuk.
Jika waktu adalah surat,
mungkin akan kutulis satu kalimat
dengan tinta yang paling jujur:
maaf,
aku baru mengerti nilaimu
setelah kesempatan untuk menjagamu
menjadi masa lalu.
Dan sejak saat itu,
setiap pagi bukan lagi sekadar pagi.
Ia adalah pengingat
bahwa tidak semua yang pergi
diberi jalan untuk kembali—
dan penyesalan paling sunyi
adalah ketika kita masih diberi waktu,
tetapi tidak menggunakannya
untuk mencintai, menghargai,
dan mengatakan:
“jangan pergi.”
Gelumbang, 17 September 2026