Sebelum sempat membahagiakanmu
Karya: Nur wafiq azizahAku berjalan di ruang yang hampa,
Debu menyeruak, sesak di dada.
Kutatap sekeliling rumah ini,
Gelap, hanya rembulan yang menemani.
Pikiranku berputar di sini,
Seperti roda yang terus berlari.
Kenangan indah masih terjaga,
Bolehkah aku mengulanginya?
Namun, kenangan itu menusuk hati,
Kita tak mungkin kembali lagi.
Aku ingat saat kita masih bersama,
Hangat seperti awan dan matahari.
Kita memasak, berbagi cerita,
Bahagia yang sederhana.
Hingga penyakit menggerogoti tubuhnya,
Doaku kalah oleh takdir semesta.
Kini ia telah berbeda alam,
Aku tak menangis, hanya kecewa dan dalam.
Belum sempat kubahagiakan dirinya,
Hanya sepi dan rindu yang tersisa.
Tenanglah di sana,
Aku sangat merindukanmu.
Semayang,17 september 2026