Harga Sebuah Gengsi
Karya: Rahmawati AuliaSempurna hanyalah sebatas kata,
tak ada yang utuh tanpa bekas retak.
Aku bidak di papan catur,
digeser kawan ke meja tawa yang mahal.
Aku boneka bertali,
kukira ajakan mereka yang menarikku jatuh.
Ternyata ego, benang yang kupintal sendiri,
berbisik gengsi saat dompetku berteriak.
Uangku habis, tawa mereka pun lenyap,
tinggal aku menghitung sesal sendirian.
Kutatap cermin, wajah asing menatap balik,
letih menanggung gaya yang bukan milikku.
Kini kupilih melangkah dari lingkar itu,
kulepas tali satu-satu.
Kuganti riuh dengan sunyi yang jujur.
Dari retak di dada, cahaya masuk,
kini rezeki kecil pun terasa begitu lapang,
dan kusyukuri jatuh yang mengajariku cukup.
Padang,29 September 2026