Remi saduma Saragih - Kenangan (LCP 49)

📅 22 September

 Kenangan

Karya: Remi saduma Saragih


Di beranda yang ringkih ini, waktu menjelma seorang penenun tua ia mengumpulkan remah remah hujan yang luruh kelabu, lalu menjahitnya menjadi selimut sunyi yang kerap kita sebut kenangan tidak pernah benar - benar mengetuk pintu ia adalah aroma tanah basah selepas badai, atau suara gesekan cangkir kopi beradu meja ia menetap di lipatan -lipatan baju hangat yang mulai pudar menyimpan tawa yang pernah kita pinjam dari masa depan sebelum esok datang membawa seikat cemas dan jarak. Lihatlah ke dalam lemari ingatan itu di sana, jejak langkah kita belum sepenuhnya terhapus namun luka dan peluk tidak perlu saling beradu argumen biarkan mereka tidur berdampingan di atas ranjang waktu sebab kenangan bukan tentang seberapa hebat kita menangisi yang hilang, melainkan tentang seberapa hangat kita merawat yang membekas. Hari ini kututup buku tebal yang penuh coretan jelaga. Kubiarkan debu-debu masa lalu beterbangan di bawah cahaya lampu aku tidak sedang melarikan diri dari hari ini, aku hanya sedang memeluk peta kecil, yang terukir abadi di telapak tanganku, tempat dimana kita pernah ada, pernah utuh, dan pernah bahagia


Medan, 21 September 2026