Alamat Yang Hilang
Karya: Siska Nur AndiniDulu, rumah itu adalah semesta kecilku.
Di sana, televisi yang lupa dimatikan
menjadi cahaya sebelum tidur,
dan suara Ibu membangunkanku
lebih lembut daripada pagi.
Di sana pula
sebuah meja kayu menyimpan
jejak pensil dan mimpi mimpi kecilku.
Aku tumbuh
di antara aroma masakan,
tawa keluarga,
dan pintu yang selalu tahu
ke mana aku akan pulang.
Kini, aku hanya melewatinya
dari kejauhan.
Jalan yang sama,
toko-toko yang sama,
tetapi aku bukan lagi
anak kecil yang dulu berjalan di sana.
Aneh,
bagaimana sebuah tempat
dapat tetap berdiri,
sementara kehidupan di dalamnya
telah menjadi kenangan.
Mungkin rumah bukan tentang
di mana kita tinggal,
melainkan tentang
bagian diri kita
yang tak pernah benar-benar
ikut pergi.
Palangka Raya, 21 September 2026