Teruntuk Diriku
Karya: Salsabila Rahadatul AisyiSetiap detik berderap pelan,
merangkai kenangan di ambang zaman.
Terkikis bagai goresan kapur di papan,
saat usia bertambah dalam ingatan.
Manis dan asin telah larut tenang,
membuka lembaran baru yang membentang.
Meski tak tahu ukiran akan bertandang,
meraba rasa yang dulu tak berani kuraih.
Pahit dan asam kini menyapa terang.
Bukan sekadar angka yang membumbung,
bukan sekadar memori yang terkurung.
Hari ini langkahku menolak murung.
Aku telah dewasa.
Tiba saatnya menganyam kisah sendiri,
cerita yang dulu kuresapi dalam sepi.
Kini aku penentu alur di tiap tepi.
Jika dulu di rumput beludru,
kini berbatu licin dan kelabu.
Akan kuukir batu itu menjadi debu,
agar jalan tak lagi menyambung pilu.
Terima kasih atas yang bertahan dan datang,
cinta dan peluk perlindungan yang konstan.
Biar ucapan sederhana ini jadi doa yang mengambang.
Garut, 23 September 2026