Abdurrahman - Kisah yang Baru Kumengerti (LCP 49)

📅 02 Oktober

 Kisah yang Baru Kumengerti

Karya: Abdurrahman


Hampir genap setahun kalender berganti, hari-hariku berjalan tanpa hadirmu menemani. Mereka mengira Lukaku telah lama mengering, padahal canda tawaku hanyalah topeng bising. Kucoba menambal hampa dengan riuh yang konyol, namun batin ini tetap merintih, kebahagiaan tak kunjung menonjol.
Kutatap lembaran fotomu yang tak seberapa, menyisakan sesal, mengapa jarang kuabadikan masa. Kini kurindu petuahmu yang dulu kuanggap menyiksa, aku ingin datang bertamu, bersimpuh di pusara, namun rasa malu mencekik dada, sadar diriku belum pantas dan cukup berharga.
Dulu aku benci pada kerasnya caramu, lembut pada dunia, namun tidak begitu padaku, berapa kali kita bertengkar dalam ego yang beradu, namun kini aku tersadar akan tajamnya cintamu. Engkau hanya ingin aku melampaui jejak kakimu, tak ingin anakmu jatuh pada lubang kesalahan yang sama denganmu.
Terima kasih, Ayah, atas seluruh juang dan air mata.



Pontianak, 3 oktober 2026