Pada Waktu yang Tak Mau Kembali
Karya: Nada Aulia Rizki Qur'ainiPada Waktu yang Tak Mau Kembali
Waktu pernah duduk di ambang pintu,
membawa kesempatan yang tak sempat kupeluk.
Aku memilih diam,
sebab kukira esok menyediakan ruang
bagi kata-kata yang kutunda.
Ada maaf yang membatu di dada,
ada nama yang karam di ujung doa,
ada genggaman yang kulepaskan
tanpa pernah tahu
bahwa setelah itu, tanganku
tak akan menemukan tangan yang sama.
Kini malam menampung segala yang tersisa.
Namamu menjadi gema
yang tak terdengar, tetapi tak pernah hilang.
Kenangan menjelma rumah,
dan aku terperangkap di dalamnya
sebagai seseorang yang datang terlambat.
Aku pernah meminta waktu berbalik,
namun waktu tak mengenal belas kasihan.
Ia mengubur hari-hari,
menyisakan aku dengan satu pertanyaan:
Mengapa setelah kehilangan
aku baru mengerti nilai kehadiran?
Kini kusadari,
penyesalan paling sunyi
bukan ketika seseorang pergi,
melainkan ketika aku tahu
kepergiannya adalah harga
dari kesempatan yang kusia-siakan.
Kudus, 02 Oktober 2026