ANTARA LUKA ATAU RINDU
Karya: SITI MAISYARAHSetiap kali menatap Chandra,
Senyumnya membuatku terkesima.
Bagai binar mata kala itu,
Yang tak sengaja
Terperangkap sorot mataku.
Kuyakinkan jemari,
Ingin menggapainya,
Tetapi Ania berbisik,
“Aku hanyalah tirai kecil
Yang bersembunyi
Di antara tawa lainnya.”
Pada rasi yang sepi,
Kutulis sebaris rindu,
Mengalun bersama
Hembusan angin.
Kusadari, kita hanyalah fatamorgana,
Yang terlalu asyik disebut
“jauh terima.”
Meski beribu warna,
Kita menghiasi semesta.
Tak akan ada yang sepertimu,
Dan tak akan pernah ada.
Kau adalah luka,
Yang tak pernah bisa aku benci.
Kau adalah luka
Yang ingin sekali lagi
Ku dekap.
Sipirok, 25 September 2026