Yang Ku Tanam Untuk Esok
Karya: Andi JunaidinKu tanam harapan di tanah yang masih basah oleh hujan semalam,
biar akar-akarnya belajar sabar menembus gelap.
Tunas tak pernah tumbuh dalam sehari,
dan aku tak lagi terburu-buru menunggunya.
Kelak, kemarau ini hanya tinggal cerita,
kita berteduh di bawah pohon yang kita rawat pelan-pelan.
Angin yang dulu menerbangkan ragu
membawa harum bunga dari kebun yang kita impikan.
Aku menaruh harapan masa depan pada setiap langkah kecil hari ini,
sebab jalan setapak yang ramah bagi kaki lelah
selalu dimulai dari satu jejak yang tak menyerah.
Tak perlu lagi menghitung malam yang gagal,
sebab ladang telah belajar menumbuhkan pagi.
Maka kubiarkan benih tidur dalam tanah,
percaya bahwa yang ditanam dengan sabar
selalu menemukan jalannya menuju matahari.
Mataram, 28 Oktober 2026