Menempa takdir di atas kaki langit
Karya: Suci Aulita SalegarBarangkali kaki kita pernah lelah,
meniti jalan yang panjang dan terjal.
Dan di dalam dada yang hampir menyerah,
tanya tentang masa depan mulai memanggil.
Namun, selalu ada jeda yang ramah,
setitik cahaya yang menolak padam.
Mengajak kita kembali melangkah,
menembus sunyi, menuju terang.
Kita memang tak tahu apa di depan sana,
apakah gerimis, ataukah pelangi?
Tetapi tak ada puncak yang bisa diraba,
tanpa keberanian untuk mendaki.
Maka teruslah berjalan dengan tabah,
sebab waktu tak pernah tidur.
Setiap peluh yang jatuh ke tanah,
akan tumbuh menjadi takdir yang luhur
Palembang, 28 oktober 2026