Detak yang ditunggu
Karya: Diana Eka Putriia menjahit hidupnya sendiri
di atas ranjang putih yang terlalu dingin untuk seorang ibu
sembilan bulan ia tidak pernah benar-benar tidur
hanya belajar menidurkan cemasnya pelan-pelan
menakar langkah menakar garam menakar detak di dalam perutnya
di luar ruang operasi lelaki itu lupa caranya bernapas
ia hanya ingat cara menyebut dua nama dalam satu doa yang panjang
lalu Tuhan menjawab dengan lembut
bukan dengan kata-kata
melainkan dengan tangismu yang akhirnya pulang
Bengkulu, 20 Oktober 2026