Senyum Yang Tinggal
Karya: Aria Puspita SariMenatap jingganya senja
selalu mengingatkanku
pada hangat senyummu.
Senyummu merekah,
selembut bunga
yang disapa embun pagi,
membuatku percaya
bahwa bahagia
masih memiliki tempat.
Tanpa banyak kata,
senyummu diam-diam
menenangkan riuh
yang sering memenuhi pikiranku.
Aku tak pernah meminta
lebih dari itu.
Sebab melihatmu tersenyum
telah cukup
menjadi alasan
mengapa hari terasa indah.
Namun ketika angin datang,
ia perlahan membawa
kehangatan itu menjauh,
menyisakan kenangan
yang enggan pergi.
Aku tahu,
tak ada yang benar-benar abadi.
Suatu hari nanti,
langkahmu akan menuju
jalan yang berbeda,
dan aku hanya akan menjadi
bagian kecil
dari perjalananmu.
Tetapi senyummu
akan tetap tinggal,
menghuni ingatan,
seperti senja
yang selalu kembali indah,
meski tak pernah bisa ditahan.
Barangkali,
ada rasa
yang memang diciptakan
bukan untuk dimiliki,
melainkan untuk dikenang.
Medan, 11 Juli 2026