Kenangan yang Tinggal dalam Diam
Karya: Asnat Sara SabaDi sudut waktu yang mulai menghilang,
tersimpan cerita yang pernah kita genggam.
Tawa yang dulu menghiasi hari,
kini hanya gema dalam sunyi.
Ada langkah yang tak lagi searah,
ada pelukan yang berubah menjadi sejarah.
Namun, setiap detik yang pernah tercipta,
tetap hidup meski kita tak lagi bersama.
Kenangan bukan sekadar tentang masa lalu,
melainkan jejak yang menetap di kalbu.
Tentang bahagia yang pernah singgah,
juga air mata yang mengajarkan kita tabah.
Kini, biarlah waktu membawa semuanya,
tanpa harus menghapus makna di dalamnya.
Sebab, sejauh apa pun kita melangkah pergi,
kenangan akan selalu punya tempat untuk kembali.
Dan jika suatu hari kita saling melupakan,
semoga hati tetap mengenang tanpa penyesalan.
Karena pernah ada cerita yang indah,
meski akhirnya hanya kenangan yang tersisa.
Yogyakarta, 10 Oktober 2026