Seporsi Mie Ayam Sebelum Asing
Karya: Hasyir AhmadDi antara gurat senja dan aroma rempah,
terselip sepotong waktu yang enggan beranjak;
tentang sesuatu yang mula-mula begitu sederhana,
lalu diam-diam tumbuh di luar prasangka.
Barangkali, semangkuk mi tak pernah tahu
betapa jauh kenangan dapat menempuh waktu;
sementara tawa yang luruh di meja itu
masih menyisakan gema di sudut kalbu.
Waktu menua tanpa perlu banyak bicara,
mengubah yang dekat menjadi sekadar aksara.
Dan kita, yang pernah menjadi bagian sebuah cerita,
kini hanyalah jeda di antara halaman yang berbeda.
Tak semua yang lampau meminta untuk kembali,
sebagian cukup abadi tanpa harus dimiliki.
Biarlah rasa tinggal sebagai guratan sunyi—
seporsi mi ayam, sebelum kita tak lagi saling mengenali.
Jambi, 10 oktober 2026