Jejak Kebebasan dan Sunyi
Karya: Azkiya RamadhaniDi balik rak piala yang membeku dingin,
Aku terkurung dalam sangkar ambisi.
Hingga hadirmu membawa kehangatan angin,
Mengajarkanku arti bernapas dan bernyanyi.
Boneka lusuh dan tawa di atas motor tua,
Menjadi benteng saat tirani rumah bersuara.
Aku tak lagi takut pada amarah yang membara,
Memilih bebas meski dianggap tak berharga.
Namun takdir memutus gelak tawa seketika,
Di bawah hujan, duka merenggut asa.
Kau pergi membawa senyum terakhir yang tersisa,
Meninggalkan jejak pesan di lembar kusam Bahasa.
Kebebasan ini dibayar dengan air mata dan sepi,
Namun kuusap duka, menatap langit sore nan luas.
Aku tak 'kan lagi bersembunyi dalam cangkang ini,
Langkahku terus maju, mengenangmu dengan tuntas.
Jakarta Utara, 30 September 2026