Jannatya Princessa Lestari - Tawa Lirih di Balik Luka (LCP 49)

📅 07 Oktober

 Tawa Lirih di Balik Luka

Karya: Jannatya Princessa Lestari


Katanya kita sehidup semati,
tapi kenapa kau malah buat aku begini?

Merah merona pipiku,
bukan karena tersipu malu.
Termangu aku, diam membeku.
Tanpa sadar kutatap matamu,
kulihat amarah menyambutku.
Kenyataan pahit menusukku.
Oh, ternyata kau telah menamparku.

Tawamu memekakkan telinga.
Cemoohmu menusuk sukma.
Kudengar kau berkata,
“Salahmu dulu memilihku!”
Sukmaku menjerit menjawabmu,
“Kenapa juga dulu aku memilihmu!?”

Kurasakan air mata membasahi pipi,
tapi kau membatu tak bergeming,
seakan aku tak lagi berarti.
Aku pun tertawa lirih,
mengasihi diri sendiri.

Harusnya aku dicintai dengan penuh,
tapi malah kesedihan yang menunggu.
Setiap hari kupulang ke rumah.
Lelah letih tak terobati,
malah sanubari semakin tersakiti.

Hari-hari silih berganti,
tapi sesalku tak pernah mati.
Andai tahu akan begini.
Lebih baik kau tidak menghampiri,
dan aku tidak membuka hati.


Malang, 6 Oktober 2026