Kenangan yang Tinggal
Karya: Paula Sardona MbanaAda waktu yang tak bisa kembali,
meski kaki masih hafal jalan yang pernah kita lalui.
Ada suara yang tak lagi terdengar,
namun diam-diam masih tinggal
di sudut ingatan.
Dulu, kita pernah tertawa
tanpa takut hari esok berubah.
Berbagi cerita di bawah langit yang sama,
menyimpan bahagia
seolah waktu tak akan pernah berpisah.
Kini, semuanya menjadi kenangan.
Seperti daun yang jatuh dari ranting,
ia pergi tanpa suara,
tetapi meninggalkan jejak
di tanah yang pernah menjadi tempatnya tumbuh.
Kadang aku ingin kembali,
bukan untuk mengubah apa-apa,
hanya ingin sekali lagi
merasakan hangatnya hari
yang dulu begitu sederhana.
Namun waktu mengajarkan satu hal:
tidak semua yang indah harus tinggal selamanya.
Ada yang datang untuk menemani,
ada yang pergi untuk mengajarkan
arti kehilangan.
Maka biarlah kenangan tetap menjadi kenangan.
Tak perlu dipaksa untuk kembali,
tak perlu dilupakan sepenuhnya.
Sebab beberapa hal memang diciptakan
bukan untuk dimiliki selamanya,
melainkan untuk dikenang
dengan hati yang pernah bahagia.
Dan jika suatu hari aku tersenyum
saat mengingat masa lalu,
itu bukan karena aku ingin kembali,
melainkan karena aku pernah memiliki
sebuah cerita indah
yang tak akan pernah benar-benar pergi.
Ledalero, 6 oktober 2026