BIRU
Karya: Nadin ErnestinBiru
Di pagi yang tidak tergesa,
aku belajar menjadi jendela,
membiarkan cahaya lewat saja,
tidak menggenggam, tidak menolak.
Biru itu bukan warna langit saja,
tapi jarak yang memaafkan,
antara apa yang kuinginkan
dan apa yang memang terjadi.
Aku tarik napas seperti ombak,
datang tanpa diminta,
pergi tanpa disesali,
semua punya waktunya untuk pulang.
Jika hari ini hatimu berisik,
duduklah di sebelah sepi,
biar biru yang bicara,
bahasa yang tidak butuh kata.
Tidak apa-apa belum sembuh,
tidak apa-apa masih bertanya,
ketenangan bukan soal selesai,
tapi berani tetap tinggal sambil bernapas.
Salutambun, 4 Oktober 2026