Yang tak pernah padam
Karya: Naesa MazalaPada malam yang tenang, kuangkat selembar kertas dan pena, lalu kutuliskan kembali setiap bait kenangan tentang kita.
Niscaya, meski pernah kubenci dirimu, namamu tak pernah benar-benar padam dari tulisanku. Barangkali, sebagian kenangan kita masih tersimpan di bilik kecil itu—tempat tawa dan bahagia pernah tumbuh tanpa kita sadari.
Aku suka mengingat hal-hal sederhana yang pernah kita lakukan. Saat kita berkejar-kejaran, tertawa lepas, seolah dunia hanya milik kita berdua. Kini semuanya telah menjadi cerita yang hanya bisa kukunjungi melalui ingatan.
“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.”
Aku bahagia pernah mengenalmu, dan bersyukur pernah membentuk cerita bersamamu.
Untuk setiap langkahmu di tempat masing-masing, selalu kuselipkan doa. Semoga perjalananmu seindah nirmala malam, dengan bunga yang terus merekah dan harumnya tak pernah hilang.
Tangerang, 5 September 2026