Merelakan bintang
Karya: ShofiyahTentang mu
Kamu adalah bab terindah dalam sebuah buku yang ku baca,
Meski nyatanya tak pernah jadi milikku.
Di sepertiga malam yang sunyi,
Ada waktu dimana tentang mu berbaris panjang dalam bait-bait doa ku.
Mengagumimu bagai menatap bintang: indah, terang namun mustahil untuk di gapai.
Hari-hari itu berlalu jauh,
Dan rasa kagum yang menggebuh kini telah teduh.
Kau telah berjalan menuju mimpimu dan aku tetap di sini, tersenyum melepas bayangmu.
Kenangan ini kusimpan dengan rapi,
Bukan sebagai penyesalan yang melukai namun sebagai bukti "Bahwa aku pernah seikhlas itu dalam mengagumi"
Aku belajar bahwa mencintai tak harus memiliki, layaknya angin yang memeluk daun, lalu ia membiarkan nya pergi.
Biarlah takdir mengantar mu pada bahagia yang sejati, sedangkan aku merawat damai yang kini tumbuh dalam hati.
Aku berhenti meminta langit menahan mendung, sebab bumi mu kian membutuhkan hujan baru.
Biarlah rindu ini luruh menjadi embun pagi, tak lagi menuntut kabut untuk kembali.
Mengangumi akan menjadi histori yang paling bermakna, meski semesta tak mengizinkan bersama, selalu ada hikmah di balik nya.
Aku tidak menyasali kagum kurasa, meski semua bermuara pada kenangan semata
Sampang, 04 Oktober 2026