Noor Maulifah - Negeri seadanya (LCP 49)

📅 01 Oktober

Negeri seadanya

Karya: Noor Maulifah


‎
‎
‎Di labirin rimba yang linglung dan ganjil,
‎hukum bertubuh kerdil disuap terpingkil.
‎Di balik gunung emas Timur mengalir air mata,
‎jiwa-jiwa pasrah menari di panggung nestapa.

Aturan berlari cepat bagai tiupan angin,
‎penguasa menari riang di panggung dingin.
‎Jerit kaum jelata tenggelam di lautan curiga,
‎keadilan menjelma bangkai tak berharga.
‎
‎Pasar-pasar mencekik dompet yang kempis,
‎keringat bidak catur menetes di piring teriris.
‎Gedung-gedung megah menatap angkuh ke bawah,
‎sementara paras muram memeluk erat gelisah.
‎
‎Pendidikan menjelma dinding raksasa yang tinggi,
‎di atas samudra emas musafir luka merugi.
‎Kejujuran telah mati bernapas sumbang,
‎marwah bangsa melayang jauh dibawa terbang.
‎
‎Saujana ditelan kabut pekat,
‎kebijakan gila mencekik erat.
‎Terombang-ambing pada takdir yang menertawakan,
‎raga-raga renta tetap bernyawa dalam kepasrahan.

Sedangkan tupai lagi gawai,
Sesal diriku tak mampu menuai,
Api menjilat dalam sunyi,
Rumah pun hilang, menyisakan sepi.


Binuang, 1 Oktober 2026