Bangunan Tua
Karya: Fitri NirwanaDi bawah bangunan tua yang masih berdiri kokoh.
Aku mencoba mengembalikan ingatan lama.
Di mana saat itu aku melihat garis lengkung dari sudut bibirmu.
Saat itu aku tak mengerti terhadap perasaanku.
Namun, lama kelamaan semua berubah.
Ketika tepat di hari terakhir aku melihatmu.
Detak jantung ini bergerak cepat kala menatapmu.
Saat itulah aku mulai merasakan ada hal tak biasa kudapatkan.
Sebuah pesan singkat tanpa wujud datang.
Lalu menempel di dinding hati ini.
Seperti seseorang menempel secarik kertas pada tembok tua.
Berisikan satu nama di baliknya.
Tapi nyatanya,
semua hanyalah takdir yang bersinggah di teras hati.
Sekedar menyapa dan pergi.
Lalu meninggalkan bekas jejak kepergiannya.
Semenjak hari itu,
pikiranku selalu mengarah pada sosok paling melekat di hati.
Ia bahkan enggan nerima pemilik baru lainnya.
Kini,
di bawah atap tua termakan waktu.
Menjadi saksi bisu dari penantian lamaku.
Menyimpan asa pada raga.
Biarlah waktu terus merenggut usia.
Kisahmu tetap abadi di balik dinding tua.
Sebagai kenangan paling indah yang pernah ada.
Riau, 1 Oktober 2026