Rintihan Jiwa
Karya: Sugiyanti RahmawatiRintihan Jiwa
Kubuka jendela kamarku
Kuhirup udara pagi yang sejuk
Setelah semalam berperang dengan riuhnya hati
Berperang dengan kecamuknya pikiran
Berharap malam bisa menenangkan..
Sejenak mengistirahatkan hati dan pikiran
Namun...
Semuanya hanyalah impian belaka..
Tenangnya malam
Tak bisa pikiranku mengubah pikiranku yang kacau
Memori di dunia nyata yang begitu kejam
Menghancurkan seluruh impian
Membuatku menyesal
Menyesal telah memilih jalan ini
Malam berikutnya..
Aku kembali merenung
Kududuk di pojok kamarku
Aku pandangi langit langit kamarku
Berharap esok lebih baik lagi..
Segala upaya telah kukerahkan hari ini
Berharap malam ini bisa memejamkan mata
Berharap beban di pundak segera sirna..
Rasanya aku ingin menyerah
Tapi...
Aku tak mau kalah
Aku tak mau segala perjuanganku sia sia
Aku harus terus melaju
Meski..
Jiwa dan tubuhku terus menangis
Lelah menghadapi semua kenyataan..
Upaya tak dihargai..
Cemooh senantiasa didapat..
Tapi aku tak bisa melawan
Sekali lagi...
Aku menyesal
Aku hanya menangis di kesunyian malam
Bingung rasanya..
Mentalku sakit
Tubuhku lelah..
Kemanakah aku harus kembali?
Tuhan..
Aku masih punya tuhan
Kupejamkan mata sejenak
Kuberharap pertolongan dari Tuhan..
Ku basuh mukaku dengan air wudhu
Aku bersujud memohon ampun pada tuhan
Berharap pertolongannya segera tiba
Sebab, tak ada satupun manusia yang bisa menolongku
Ya, berharap pertolongan pada tuhan...
Namun, tetap saja jiwaku meronta
Ujian kehidupan semakin rumit..
Mentalku semakin rapuh
Bagai batang kayu yang penuh rayap
Tak lama lagi akan tumbang
Karena sakit mental menggerogotinya..
Pesimis..
Marah pada diri sendiri..
Berharap aku bisa segera pulang ke pangkuannya
Pasuruan, 27 September 2026