Pintu yang Tetap Kukunci Setiap Senja
Karya: Afifah TokhoriahSetiap petang, angin datang membawa debu
ke halaman rumah yang mulai jarang disapa.
Langkah-langkah yang dahulu akrab
kini hanya gema yang singgah sebentar.
Aku masih menaruh secangkir rindu
di meja kayu dekat jendela tua,
meski tak ada lagi tangan
yang singgah untuk menyentuhnya.
Waktu berjalan seperti kereta terakhir,
membawa banyak nama pergi tanpa kabar.
Sementara beberapa kenangan tertinggal,
hidup diam-diam di sela kesunyian.
Barangkali ada hal-hal
yang tidak benar-benar hilang,
hanya dipindahkan jauh
ke tempat yang tak lagi dikunjungi.
Dan sejak hari itu,
senja selalu terasa seperti rumah
yang lupa jalan pulang.
Padang, 29 Mei 2026