Sajak Sang Pengagum
Karya: Lily Ghanniyya HalwaAku ingat persis sejak awal pertemuan yang tidak direncanakan, aku melihatmu, kala itu aku terpana, melihat rupa dan tawa yang begitu sederhana, seketika kau menatapku di antara luasnya semesta dan sibuknya dunia disitulah rasa yang tidak biasa ,muncul dalam sukmaku, aku merasa , ada sesuatu dalam dirimu yang tidak bisa ku terjemahkan, dari caramu tersenyum mengalahkan indahnya bulan purnama,caramu menatap mengalahkan waktu senja, caramu berbicara seindah harmonisasi lagu bertemakan "cinta" dan caramu hadir tanpa sengaja, namun meninggalkan jejak yang lama, tapi aku tidak bisa berbohong jika aku sangat ingin memilikimu, namun kuhempas ego itu, demi kebahagiaan insan seindah dirimu, aku hanya ingin kamu bahagia meski bukan aku di dalamnya, terkadang aku bertanya, apakah mengagumi seseorang seindah ini?? selalu sesakit ini juga? krna setiap kali aku menatapmu aku belajar , bagaimana diam bisa menjadi bentuk paling jujur dari perasaan. Aku memilih menganggumi mu dalam diam, seperti langit yang setia memeluk bumi tanpa pernah meminta balasan. Tidak ada kata yang berani aku kirimkan, tidak ada langkah yang sengaja aku dekatkan , aku hanya berdiri di tempatku memandangmu dari kejauhan, memastikan kamu baik baik saja meski tanpa aku di sisimu. Bukan kah mengagumi tidak selalu memiliki?, terkadang, cukup mengetahui bahwa kamu hidup di dunia yang sama, bernafas di langit yang sama, sudah cukup menjadi ketenangan tersendiri, aku tidak ingin mengganggumu, tidak pula ingin menjadi alasan yang mengubah arah langkahmu. Perasaanku bukan sesuatu yang harus dipaksakan untuk di mengerti.Aku yakin, semesta punya caranya sendiri. Tentangmu, bagaikan buku yang tak bosan untuk dibaca, walau tahu akan berakhir sirna. Aku tetap mengagumimu, walau tau takkan bisa bersama , aku akan selalu menunggumu, lagi pula, siapa juga yang tidak akan jatuh cinta, pada sosok yang sesempurna sang surya?.Jika memang perasaan ini ditakdirkan untuk sampai, maka ia akan menemukan jalannya tanpa harus aku kejar,tapi jika tidak sampai maka biarlah ia tetap menjadi rahasia yang indah, yang pernah tumbuh dengan tulus di dalam hatiku
Miawa, 28 Mei 2026