Afnelia Inda - MELARUNG BAYANG DI HULU PETANG (LCP 46)

📅 31 Mei 👁 Memuat...

MELARUNG BAYANG DI HULU PETANG

Karya: Afnelia Inda


DI sudut Kamar yang luput dari pandang,
Aku melipat kenangan yang kian usang.
Namaku kini sekadar sepi yang bertandang,
Singgah sebentar, lalu lebur dan menghilang, Sayang.
Kau adalah megah kota yang gilang gemilang,
Sedangkan aku hanyalah puing sisa - sisa kenangan.
Jejak langkah kita telah lama lekang oleh zaman,
Meninggalkan aku dalam sunyi yang gersang,
Bagai kutub tua di rak yang berdebu jarang.
Aksaraku memudar kian resah di sudut bayang,
Tenggelam melabirin rindu pada musim kemarau panjang,
Layaknya sang musafir bertahkta di sanubari yang lapang.

Hati ini adalah sebuah ruang hening,
Tempat menyimpan rindu yang kian genting,
Menanti dan entah setitik rasa yang tak kunjung datang.
Biarlah semua kenangan usang itu dibuang,
Bersama angin lalu yang berembus kencang,
Sebab kini saatnya jiwaku untuk pulang.

Rupanya pujangga yang kupuja masih terkekang,
Oleh rasa rindu yang sama dan detak jantung meriang,
Dan sungguh sayang, lara yang tumbang.

Nestapa kali ini aku berserah pada doa yang tak menemukan jawaban atas bak rindu yang bergejolak bergelombang,
Membuat jiwa lari bersama kenangan yang terambang - ambang.

Petang, kembali pulang.






Surabaya, 29 Mei 2026___Menjelang Petang