Ahmad Salihu Asmara - Rumah Panggung yang Lupa Bernapas (LCP 46)

📅 31 Mei 👁 Memuat...

Rumah Panggung yang Lupa Bernapas

Karya: Ahmad Salihu Asmara


Di rumah panggung itu
angin membawa asap kayu, bau garam
dan tubuh-tubuh lelah
yang lupa cara memeluk semesta.

Sendok lebih senang bunyi piring retak
daripada suara anak-anak
ibu menjemur senja di pagar bambu,
ayah pulang dengan mata tua oleh utang hidup,
sementara aku tumbuh diam-diam
seperti lumut di balik papan basah.

Lampu dapur batuk tiap malamnya
Tikus di loteng lebih sering menyapaku
"Hai nak." Katanya

Aku pernah terisak di bawah tangga,
di dekat karung beras
Tapi tangisku kalah keras
dari dangdut tetangga.

Rumah itu tetap berdiri
Tegak tapi rapuh
Mewah tapi lembab
Besar namun senyap
Seolah kesepian memang harus diwariskan,
dari raga yang kaku ke jiwa yang bisu.


Makassar, 27 Mei 2026