Pemilik Mata Teduh yang Mendebarkan
Karya: Anisa'ul MunawarohUntukmu,
Laki-laki bermata teduh
Pada cekungan cakrawala yang menyemburatkan sebuah warna, aku bercerita perihal kamu yang kucinta.
Untaian kali ini, aku ingin menyalurkan rindu yang kian meradang. Rindu ini lebih dari sekadar bait syair yang tercipta, ia adalah jeritan jiwa yang terus menggaungkan namamu.
Berkali-kali aku merana, tersiksa oleh rindu yang jarang berakhir temu. Puluhan sajak yang telah usang, menyimpan bayangmu di sudut terdalam.
Dan apabila aksara ini telah sampai padamu, aku harap engkau mengerti. Bahwa rasa kagumku yang terpendam ini, kerap mengantarkan pilu yang menyayat hati.
Probolinggo, 16 Mei 2026