Sang Biru dari Tanah Banten
Karya: Anna Murti PinanggihSenja turun perlahan,
menumpahkan biru ke pangkuan laut dan langit.
Di antara desir angin pesisir,
ada satu nama
yang menjelma gema
di relung paling sunyi dalam dadaku.
Wahai engkau,
barangkali para dewa terlalu sibuk melukis keindahan
hingga menjatuhkan satu mahakarya ke bumi
dan menamainya Sang Biru.
Aku mengagumimu
pada sehelai biru
yang bertaut pada dirimu—
ππ’π¨π’π³π’ π―πΆ π£πͺπ³πΆ π«π¦πΆπ―π¨ ππ’π―π¨πͺπ΅ π―πΆ π΅π¦π₯πΆπ©,
π΄π’π°ππ’π© ππΆπ³πΆπ©
menjadi batik Baduy pada tubuhmu.
Sejak itu,
laut tak lagi menjadi biru yang paling tenang,
langit pun tak lagi menjadi biru yang paling memikat,
sebab biru yang paling indah ternyata hidup pada dirimu.
Tangerang, 16 Mei 2026