Didamba
karya:Asyafa Samara R.
ya—cintaku,
kau dicintai dan didamba.
Seriuh-riuhnya kebisingan bumi kujelajahi,
kutemukan kau dalam bising yang perlahan pudar.
Tak seperti waktu yang bertemu waktu memang—
tetapi, bukankah ada hari
kita temukan namamu yang berdampingan namaku?
Kekasih, sinarmu begitu terang,
membuat aku tak melihat jelas—
akan kuambil bulan sampai puas kau dibuatnya
bilamana kau berkata, “aku ingin”.
Bicaralah aku kagum—benar,
berlebihan aku dicipta-Nya.
Girangnya berputar elok di kepalaku,
saat namamu lekat,
senyum tak henti bersemayang di bibirku.
Kasih, kau sebut dirimu tak lihai merangkai puji,
namun aku di sini,
membentang terbuka memeluk hangatmu,
agar membersamai kita bergenggam kalbu,
merengkuh erat.
Dan di lain waktu kita bangun perlahan
rumah dalam bumi,
penuh rasa tanpa kebohongan.
Teruslah tersenyum agar doa selalu gaduh di bibirku.
Lampung Selatan, 22 mei 2026