TAKZIM
Karya: Aulia HabibiKau adalah yang memberiku udara
Dari celah aku berbuat dosa
Kau menyelinap ke rongga dada tanpa suara
Namamu adalah oksigen bagi kepala yang putus asa
Di sela dosa
Yang belum sempat kusesali
Kau tetap menyeret matahari
Meniupkan sang pagi
Seolah berkata
“hiduplah untuk hari ini”
Padahal aku hanyalah tubuh
Dengan dada penuh abu
Yang berkali-kali
Kau tarik dari kelabu
Aku akhirnya mafhum
Bahwa serusak apa pun luruhku
Kau tetap merengkuhku
Memungutku kembali
Dari kelam yang kutumbuhkan sendiri
Dan sejak itu
Hatiku tak pernah usai
Menaruh takzim kepada-mu.
Terima kasih, tuhanku.
Batam, 17 Mei 2026