Karya: Aulia Intan Maharani
Setiap kali aku melihat langit, perasaanku tidak pernah berubah.
Perasaan bebas, bebas dari kehampaan.
Bahkan rasa menyenangkan pun tiba begitu saja saat melihatnya.
Burung-burung melengkapi keindahannya,
mengingatkanku akan keindahan yang ada pada dirimu
yang hanya mampu aku pandangi dari jauh.
Di dalam sana, bagian tubuhku berdetak begitu cepat
dan kemudian kembali seperti semula.
Dalam benakku terlintas, aku yang tidak ingin memiliki seseorang yang dikagumi,
malah ingin mendapatkan lebih dari apa yang ia ucapkan.
Kala tanpa disadari hujan turun untuk melepaskan rindunya pada tanah,
dan warna langit memudar tapi tak pernah benar-benar hilang.
Aku merindukanmu dalam keheningan,
padahal kita baru saja bertemu beberapa detik yang lalu.
Kamu tahu, aku ini seperti daun kering yang jatuh,
tiada berharap kembali pada dahan,
namun selalu ingat dengan tempatnya.
Tuhan, jangan menghakimiku karena kegilaanku padanya
melebihi rasa cintaku padamu.
Maafkan aku.
Padangsidimpuan, 21 Juli 2024