Derana dalam Prahara
Karya: Faris AlsafiSebutir beras masih berharga
Setetes air masih terasa
Ada kalanya semua eksistensi di dimensi tiga ini,
Ingin menjelma bak mutiara
Sayangnya, pemilik tak terkendali, menggali tanah hingga gelap gulita
Meninggalkan batu bata yang dianggap tak ternilai
Mengambil batu bara dengan serakahnya
Padahal tanpa sadar rumah tuk berteduh
Terukir kokoh menjadi tempat ternyaman
Ketika sang puspa merekah pancarona indah ingin menyambut amarta
Memeluk hangatnya arunika dan mereguk kesegaran tirta
Namun nyatanya kodrat eksistensi tak bisa ditawar
Bagai sepah dilarung usai manisnya hilang
Kendati diri memberi segudang ketulusan,
Tanpa rasa ia kian menjauh
Usai sukma mencapai titik penuh
Hingga dilarung dalam lupakan yang baka
Purworejo, 27 Mei 2026