Tanah dan Matahari
Karya: Fitri Nur IndrianingsihWahai Tuanku...
Maafkan diriku yang lancang menaruh hati
Bersimpuh khidmat di dekat tumpuan jemari kakimu
Menyimpan rasa sunyi yang kian tak tertepi
Lancangnya hati mendamba bagian hidupmu
Namun sang putri bermahkota datang memutus mimpi
Mengapa bukan diri ini yang berdiri di sampingmu?
Saksi kemesraan kalian menyulut perih di nadi
Mengagumimu kini berubah menjadi belati pilu
Kesal, sesak, dan cemburu ini harus kukunci mati
Kutelan perih melihat dia yang kau tuju
Sebab kusadar tanah takkan bisa menggapai matahari
Lampung Selatan, 29 Mei 2026