Kagum Yang Tidak Berisik
Karya: Hiskya Elfriede Rogate SimanjuntakAku tidak tahu
entah sejak detik mana
namamu menyusup pelan,
menjelma menjadi rumah teduh bagi kepalaku yang sering berisik.
Mungkin dari tenangnya caramu menyapa,
atau renyah tawamu
yang menyembuhkan letihku seketika.
Bagaikan senandung lagu Raphon Ho,
nadanya sederhana
namun menetap abadi di kepala.
Sebagai mahasiswa gizi,
aku paham betul perihal asupan raga:
karbohidrat pembawa energi,
protein penguat fondasi,
serta air pengusir dahaga
demi keberlangsungan hidup.
Namun, di dekatmu semua teoriku runtuh.
Rupanya hati ini pun membutuhkan
gizi khusus yang tak terjual di lab.
Darimu aku mengerti
bahwa hati juga membutuhkan
seseorang yang mampu memberi tenang
tanpa harus selalu dimiliki.
Kehadiranmu
penenang debar
yang paling esensial.
Horas, ito.
Kagum ini bersemi tanpa berisik
Meski tak harus saling memiliki,
namamu tetap nutrisi yang terindah
yang merawat bahagiaku diam-diam.
Medan, 27 Mei 2026