JEJAK RINDU DI UJUNG TOROMBIA
Karya: ISWANTorombia basah oleh air mata senja,
saat seorang anak lelaki meninggalkan desa.
Ia membawa mimpi di pundak rapuhnya,
menuju kota asing yang tak mengenalnya.
Kota menjelma hutan batu yang bisu,
menelan langkah kecil penuh rindu.
Di rumah orang lain ia menumpang hidup,
menjadi bayang samar di antara waktu.
Malam-malamnya dipenuhi wajah ibu,
yang hadir seperti rembulan di pelupuk pilu.
Sedang hatinya bagai perahu kecil,
terdampar di lautan sepi yang sendu.
Langkahnya kadang goyah diterpa nestapa,
namun harapan tetap bernyanyi di dada.
Ia menanam doa di setiap luka,
meski dunia terasa asing baginya.
Namun ia tetap berjalan menantang luka,
menjaga cita-cita seperti bara menyala.
Sebab suatu hari ia ingin pulang,
menjadi cahaya bagi Torombia tercinta.
Kulisusu,17 mei 2026