Rasa yang tak pernah sampai
Karya: Kaila Indriani HasibuanAku mencintaimu
seperti malam menjaga sunyi—
tetap tinggal
meski tak pernah dipilih.
kau menjadikanku
sekadar tempat singgah,
padahal aku
sudah menganggapmu rumah.
lucu, ya?
yang paling tulus menunggu
justru paling sering
ditinggalkan tanpa pamit.
aku pernah rela
menjadi hujan di matamu,
asal namaku
sempat kau kenang
meski sebentar.
aku menaruh harapan
pada seseorang
yang sibuk menggenggam
tangan orang lain.
dan akhirnya aku sadar,
tidak semua rasa
ditakdirkan untuk memiliki.
sebagian hanya tumbuh,
lalu gugur
sebelum sempat sampai.
kelambir,18 Mei 2026