SUARA DARI UJUNG PETA
Karya: M. OKTIYAN SAPUTRADi ujung peta yang buram,
suara lirih kami tenggelam.
Tanah leluhur berganti jelaga,
saat mesin industri merampas udara.
Kami yang terlupakan di sudut sepi,
menyaksikan hijau rimba mati dieksekusi.
Katanya napas dunia, kini menjadi abu,
dijajah keserakahan tanpa rasa tabu.
Gubuk warga digusur demi ambisi,
meninggalkan luka mendalam tanpa kompensasi.
Dada ini bergemuruh menyimpan amarah,
melihat darah dan air mata tumpah.
Perjuangan kami dijebak muslihat licik,
terasing di tanah sendiri yang kian mencekik.
Hingga kapan kami harus terus mengalah?
Pringsewu, 19 Mei 2026