TAKDIR YANG TERBUANG
Karya: MARIA PUTRI BIEKO MAFALDA ASADua pekan usia cahaya,
aku telah menjadi jelaga yang kau titipkan;
pada telapak-telapak asing, yang lebih hangat dari rahim sendiri.
Aku tumbuh sebagai rahasia di balik pintu terkunci,
hingga namaku- hanya menjadi debu yang sunyi-dalam ingatanmu.
Tujuh belas musim berganti,
kau datang dengan raga yang meranggas,
meminta sandaran dari pengabaian belasan tahun,
yang kau anggap bisa ditebus dengan baktiku.
Namun ternyata,
kau datang hanya untuk menukar masa depanku demi ambisi sepihak;
menjadikanku alat, untuk ambisi yang tidak aku pahami.
Saat aku menolak menjadi pantulan egomu,
kau putuskan silsilah itu…. seolah aku hanyalah naskah yang salah tulis.
Kini, lihatlah, aku tidak mati.
Aku telah dipulangkan ke pelukan seseorang
yang tidak berbagi darah,
namun memberiku rumah, yang tak pernah mengenal kata terlupakan.
Kefamenanu, 20 mei 2026