Barangkali yang Terlupakan itu Diri Sendiri
Karya: Mariza Flora MatulessyRumah itu masih menyimpan
bau makan malam
dan doa-doa yang dibisikkan pelan
sebelum tidur.
Segalanya tampak utuh.
Tak ada pintu yang dibanting,
tak ada suara yang pecah
menjadi tangis.
Hanya seseorang
yang perlahan
tak lagi menemukan dirinya
di dalam tubuhnya sendiri.
Hari-hari lewat
seperti air yang terus mengalir:
tenang di permukaan,
namun diam-diam
mengikis dasar yang paling dalam.
Senyum tumbuh
sebagai kebiasaan.
Sedang lelah
belajar tinggal terlalu lama
di balik mata
yang selalu terlihat baik-baik saja.
Ada banyak hal
yang akhirnya memilih diam,
kata-kata yang urung lahir,
sesak yang dibatalkan,
serta hati
yang terus menjadi tempat pulang
bagi banyak orang,
tanpa pernah tahu
ke mana harus kembali
saat dirinya sendiri runtuh.
Dan barangkali,
manusia memang tidak selalu hancur
dengan suara gaduh.
Beberapa hanya menjadi sunyi,
lalu perlahan hidup
sebagai seseorang
yang tetap ada di dunia,
namun semakin hari
semakin terlupakan
oleh dirinya sendiri.
Ambon,16 Mei 2026