Indah Tanpa Kata
Karya: Miranda ClaudyaDia tak sempurna,
Dia tak lihai menenun aksara.
Namun, di tangannya,
semesta kelabuku perlahan berwarna.
Melukis kasih di atas parut luka,
membasuh lara, menjadi tawa.
Memeluk raga yang tak sempurna,
membuat hidup tak sekadar bernapas, tapi bermakna.
Di antara sunyi yang menetap,
ia hadir tanpa pamrih yang terucap.
Bukan pangeran dengan mahkota,
hanya manusia biasa yang membuatku merasa berharga.
Ia adalah tenang di tengah badai,
tempat segala lelahku akhirnya terurai.
Tak perlu dunia tahu betapa hebatnya,
cukup hatiku yang menjadi saksi tulusnya.
Tiada baris kalimat yang cukup sempurna
untuk menceritakan baiknya.
Senyumnya, teduh matanya, manisnya,
adalah puisi terindah yang dicipta semesta.
Mori Atas, 19 Mei 2026