Requiem untuk Nama yang Tak Lagi Disebut
Karya: Mohammad ZiqraTerlupakan bukan seperti mati —
ia jauh lebih keji dari sekadar kehilangan.
Mati masih mewariskan kesedihan yang hangat,
masih ada yang mengucap namamu dalam isak yang tulus.
Tapi terlupakan?
Kau masih menghirup udara yang sama —
namun tak satu pun jiwa yang menyadarinya.
Aku adalah luka yang bahkan tak kau ingat pernah kau goreskan,
adalah doa paling tulus yang pernah kau bisikkan —
kini tak kau kenali lagi untuk siapa ia dipanjatkan.
Yang paling merobek bukan saat kau melangkah pergi.
Tapi saat kusaksikan senyummu mekar sempurna —
tanpa beban, tanpa bayang, tanpa sisa —
dan aku sadar dengan seluruh relung dadaku yang runtuh,
bahwa kebahagiaanmu justru bersemi
dari ketiadaanku.
Aku bukan kehilangan bagimu.
Aku hanyalah nama yang perlahan mati
di kepalamu sendiri —
dikubur sunyi tanpa doa,
tanpa nisan,
tanpa pernah kau cari kembali.
Pekanbaru, 18 Mei 2026