Saat Riuh Mendekap Sunyi
Karya: Rhesvi Nur FhadillahDulu aku pernah merengkuh bayangan,
menghembuskan asa dengan perlahan.
Aku tahu ia tak nyata,
tetapi ia cukup menunda sirna.
Semesta telah merebut paksa detakmu,
meninggalkan aku dalam dingin yang membeku.
Dua tahun melangkah tanpa suara,
kita menjelma asing, terkikis fana.
Di altar sunyi, kuasuh rindu tanpa alamat,
kau biarkan kenangan melebur, menua jadi karat,
memaksa riuh mendekap sunyi yang kian pekat.
Takdir bermain begitu hebat,
kau lepas dari pekat, melesat ke arah barat,
sementara aku ...
terjebak selamanya dalam sekat.
Biarlah ...
Kini kita sebatas dua nama
yang saling kehilangan arti.
Lampung, 27 mei 2026