Monolog Perisai yang Retak
Karya: Septiani NatasyaDisaat belia ku disuruh merawat adik
Ku siram ku pupuk hingga dia tumbuh
Ku kasihi dia walau aku juga butuh
Hanya karena aku tak mau melihatnya runtuh
Saat ia sakit terkulai lemah
Semua antusias membuatnya sembuh
Disaat aku mengeluh lemah
Bergelar suara ocehan menyalahkanku
Apa karena fisiknya terlihat lebih kasihan?
Tidak adakah yang melihat kuatku yang ku paksa sejak belia?
Tidak bolehkah aku mengeluhkan kesakitanku?
Tapi ketika Tuhan membalikkan keadaan
Saat aku terbaring lemah, hampa sendiri
Nyatanya tidak ada ketakutan yang sama
Hanya menyembuhkan diri dengan air mata
Apakah aku akan melihat kepedulian itu saat jasadku terbujur kaku?
Atau disaat itupun masih salahku?
Kenapa berbeda darinya?
Semua perang aku yang memimpin
Apa hanya agar menjadi perisai?
Entahlah....
20 Mei 2026