Ketika Namaku Tak Lagi Kau Ingat
Karya: SOFIATUL LAILIYAHAku hanyalah daun gugur di musim sepi,
terhempas angin tanpa arah kembali.
Kenangan menjelma hujan di pelupuk mata,
menetes perlahan membasahi luka.
Namaku tenggelam di lautan ingatan,
seperti bintang redup kehilangan malam.
Sunyi memelukku bagai kabut dingin,
membuat hati retak tanpa bunyi.
Namun aku tetap hidup dalam bayangan,
meski dunia menutup pintu harapan.
Sebab rindu adalah api kecil yang abadi,
tetap menyala walau berkali-kali disakiti.
Trenggalek, 19 Mei 2026