SATU METER DARI DUNIAMU
Karya: Syarif Al HudaAda senyum yang selalu terbit di sela riuh selasar,
menjadi alasan mengapa pagiku tak pernah terasa hambar.
Aku memilih berdiri di balik bayang-bayang yang samar,
menyaksikan binar matamu tanpa berani berucap seloroh.
Langkahmu adalah ketukan ritme yang paling aku hafal,
sementara suaramu bagai melodi penenang batin yang lelah.
Aku mengumpulkan setiap remah tawamu di dalam ingatan,
menjadikannya bait-bait doa yang rapuh namun penuh harap.
Mencintaimu dalam sunyi adalah caraku menjaga rasa ini,
tanpa perlu takut patah oleh penolakan yang membayangi.
Sebab bagiku, bisa melihatmu bahagia sudah lebih dari cukup,
meski namaku tak pernah sekali pun singgah di hatimu.
Di ujung hari, aku tetaplah sang pengembara sepi,
yang hanya bisa mengagumi keelokanmu dari kejauhan bumi.
Pontianak, 17 Mei 2026