Kesabaran dan Doa yang ku Sampaikan Akhirnya Terjawab
Karya: DEBBYKesabaran dan doa yang kusampaikan akhirnya terjawab,
setelah sekian lama langit terasa terlalu jauh untuk didengar.
Selama ini hidup terasa berat,
seperti memikul batu di dada setiap kali malam datang tanpa bintang.
Hari-hari yang terus kulewati adalah jejak perjalanan hidupku,
jalan panjang yang tak selalu lurus,
kadang berliku, kadang membuatku ingin berhenti di tengah.
Dari setiap ucapan yang kupatah-patahkan dalam sujud,
dari setiap doa yang kubisikkan dengan suara bergetar,
ada pelindung yang tak pernah pergi.
Dia yang tak terlihat, tapi selalu ada di sela napasku.
Hari yang kunantikan bukan hari biasa,
ia adalah hari ketika doa itu terjawab seketika,
bukan karena aku hebat, tapi karena Dia mendengar.
Tuhan mendengar apa yang isi hatiku tak sanggup ucapkan,
mendengar gemetar yang kusembunyikan di balik senyum,
mendengar lelah yang kusapu dengan wudhu dan air mata.
Dia bilang, “Kamu teruslah berdoa,
dan Aku akan selalu bersamamu.”
Bukan bersama saat mudah saja,
tapi juga saat doa terasa menembus dinding dan memantul kembali.
Dulu kukira penantian adalah hukuman,
ternyata ia adalah latihan untuk percaya.
Kukira diamnya langit adalah lupa,
ternyata ia adalah cara Tuhan merapikan waktu.
Karena doa yang baik tidak ditolak,
ia hanya ditahan,
dirapikan,
diwaktu yang paling tepat agar tidak patah saat tiba.
Hari ini aku mengerti,
bahwa beratnya hidup kemarin adalah tangga,
dan setiap doa adalah anak tangga yang kupijak pelan-pelan.
Sekarang aku berdiri di atasnya,
menatap ke belakang dan berbisik,
“Terima kasih, ya Tuhan.
Engkau tidak terlambat.
Engkau hanya datang ketika hatiku sudah siap menerima.”
Kesabaran itu akhirnya pulang,
membawa jawab yang tak pernah kuduga bentuknya.
Dan aku belajar,
bahwa bersama Tuhan,
tidak ada doa yang sia-sia.
Semuanya terjawab,
pada waktu yang tidak pernah salah
Bone, Cenranae, 27Juni 2026