Mengagumi Diam-Diam
Karya: DEWI ANGGUN PUSPITA SEPTIANIAku pernah berdiri di tepi jendela
memandang hujan yang tak pernah tahu
betapa aku mengagumi caranya jatuh—
tanpa ragu, tanpa bertanya ke mana.
Seperti itu pula aku mengagumimu,
dari jarak yang tak pernah kuukur—
hanya merasakan beratnya kata
yang selalu kandas sebelum sampai bibirku.
Ada yang indah dari keheningan ini—
kekaguman yang tak perlu dijawab,
seperti bintang yang bersinar bukan untukku,
namun tetap menerangiku dalam gelap.
Aku belajar dari bunga yang tumbuh
di celah batu yang keras—
bahwa mengagumi bukan berarti memiliki,
cukup menyaksikan, dan bersyukur.
Sebab ada kemuliaan yang tak terucap
dalam hati yang menyimpan rahasia—
ia tak meminta apa pun kembali,
hanya terus mekar, diam-diam, dalam sunyi.
Demak, 1 Juni 2026